BlackBerry di Indonesia sudah bukan lagi hal yang asing. Nampaknya semua orang di Indonesia rata-rata memiliki perangkat komunikasi ini. Hal ini salah satunya disebabkan karena perusahaan Kanada, RIM, yang selalu tidak berhenti berinovasi mengeluarkan produk-produknya yang semakin canggih dari HP satu ke satu berikutnya. Target perusahaan ini pun jelas yaitu untuk para penggemar gadget yang mengikuti tren majunya teknologi dan juga para pebisnis.
Mengapa pebisnis? Alasannya mudah, karena aplikasi instant messaging yang ada pada perangkat tersebut atau yang lebih dikenal dengan BBM mengalahkan aplikasi
instant messenger lainnya seperti yahoo maupun windowslive, alasannya adalah BBM dapat memberikan aliran informasi lebih cepat dan dimanapun Anda berada. Selain itu, perkembangan digital marketing jaman sekarang yang menuntut semua orang untuk eksis di jejaring sosial, membuat perangkat ini juga menjadi laris manis.
Jelas sekali bahwa BlackBerry merupakan PDA phone yang sempurna, karena kita ketahui PDA sendiri adalah singkatan dari Personal Digital Assistant dan ponsel pintar ini juga sangat jelas dapat membantu kita dalam memanage waktu dan jadwal sesuai yang dikehendaki.
Di lain sisi, sesuai perkembangan teknologi, handphone terbaru yang dihasilkan RIM belakangan ini adalah Bold 9900, perangkat ini merupakan seri Bold pertama yang tampilannya berfitur
layar sentuh, namun keyboard qwerty yang menjadi kekhasan di kategori Bold tetap dipertahankan, ini merupakan terobosan baru pula bagi RIM. Selain itu, pada BB ini juga sudah tersedia
perangkat lunak BlackBerry 7, yaitu OS terbaru yang ada saat ini untuk BB.
Ponsel ini pun lama kelamaan bukan hanya menjadi kebutuhan akan teknologi melainkan menjadi gaya hidup atau life style penduduk Indonesia. Banyak sekali masyarakat di tanah air yang menyatakan jika tidak punya BB berarti sesuatu yang aneh sekali, bahkan saat bertemu dengan teman baru atau rekan kerja baru, sudah jarang orang saling bertukaran no HP, melainkan bertukaran nomor PIN untuk BBM. Namun, suatu hal yang dapat kita pikirkan juga, apakah fenomena atau demam BlackBerry ini akan bertahan hingga selamanya? Atau hanya musiman? Apakah perusahaan hebat dari Kanada ini benar-benar tidak ada matinya, dan selalu bisa mengikuti kebutuhan teknologi di Indonesia, walaupun kita tahu bahwa Indonesia infrastruktur di bidang teknologi belum begitu maju?